Inti Warna · Kios jalan lapis 2 · v3 konsep Pos Warna · data per 13 Okt 2026

Titik Mini Outlet Pekanbaru

Dengan biaya riil Pekanbaru 2026 (UMK + iuran BPJS, sewa Rp 15 jt/th, antar harian) dan GP riil ±19%, kios harus menjual ±Rp 1,53 jt/hari untuk balik modal — setara omzet Harapan Raya sekarang. Pembeli yang datang sendiri tidak cukup. Rencananya: 1 Pos Warna pilot di K06 yang hidup dari walk-in + order rumah dibangun + tukang binaan, dan 5 kantong Agen Tukang tanpa kios.

Patokan nyata: omzet per hari

POS 4 Sep–12 Okt 2026. Model awal = 2 staf, sewa Rp 15 jt, GP 19,15%. Pos Warna = 1 staf (UMK Rp 3.998.179 + iuran 10,24%), sewa Rp 15 jt dibayar 6 bulan, stok tanpa cat tinting, GP 19,1% dari mix barang Harapan. Dengan perbaikan harga (GP 21,1%) BEP turun ke Rp 1,38 jt/hari.

241
pesaing terpetakan (167 toko bangunan, 64 toko cat, 6 big box)
0
titik lolos BEP dari pembeli walk-in saja
1 + 5
Pos Warna pilot (K06) + kantong Agen Tukang tanpa kios
49%
omzet Harapan dari cat tinting → layanan pesan pagi, sore sampai dari Arifin
Omzet walk-in kios/hari (Normal): <Rp 0,6 jt 0,6–0,75 0,75–0,9 0,9–1,05 ≥1,05 jt (BEP Pos Warna 1,53 jt)
Toko cat Toko bangunan Pilot Pos Warna Agen Tukang Cadangan Toko IW (putus-putus 10 km)

Kenapa K06 jadi pilot

  1. Walk-in tidak ada yang lolos BEP. Titik terbaik (K01 Air Putih) baru 71% BEP, K06 66%. Sisa omzet harus dari order rumah dibangun dan tukang binaan.
  2. Cat tinting dicampur di Arifin dan diantar tiap hari. K06 ±7 km rute ke Arifin, ongkos antar Rp 1,46 jt/bln; K01 Rp 2,75 jt/bln.
  3. Permintaan terbesar di 5 besar: 7.021 rumah tangga dalam 1,5 km, perumahan 2020–2021 masuk siklus cat ulang pertama. K06 juga #1 di model versi 1.
  4. Risiko terbatas: kas awal ±Rp 36,7 jt, rugi maksimum ±Rp 57 jt bila gagal dan ditutup di bulan ke-6. Stok ditarik ke Arifin.

Aturan main & gate

  1. Buka 16 Nov 2026, sewa 6 bulan. Harga sama dengan Arifin; pesan warna sebelum 11.00 sampai sore.
  2. W8 (4 Jan 2027): ≥60% BEP, ≥6 tukang aktif, ≥4 order proyek. W12 (1 Feb): ≥85%. Di bawah 70% → sewa tidak diperpanjang.
  3. W16 (1 Mar, puncak pra-Lebaran): ≥100% BEP → survey kios ke-2 (K01/K02).
  4. Agen Tukang K01, K02, K03, K08, K09: 1 koordinator per kantong, tanpa stok & sewa, komisi lewat referral Odoo. Rata omzet 2 bulan ≥45% BEP titik → survey kios; <20% → ganti koordinator.
  5. Konsinyasi lama tidak dipakai sebagai bukti sampai ada BAST, hitung stok mingguan, dan % laku per mitra.

Sumber: batas wilayah OpenStreetMap; rumah tangga WorldPop 2020 dikalibrasi BPS 2024; perumahan Sikumbang/Tapera (31 Agu 2026); 256 toko Google Maps (13 Okt 2026; toko kucing & cat motor dibuang); POS Odoo via sheet IW Kontrol Harian; ABC Analysis Harapan Raya Des 2025–Mei 2026; UMK Pekanbaru 2026 (Bisnis.com); iuran BPJS (CNN Indonesia); sewa kios dari iklan PKU. Model Huff (eksponen jarak 2, sesuai panduan Esri) dengan asumsi: daya tarik kios 0,8 vs toko IW 2,5; kios merebut porsi belanja kecil 35%; 1 warung tak terdaftar per 1.500 RT. Skenario Optimis: daya tarik 1,5 dan porsi 50%. Peta skematis — buka tautan Google Maps untuk navigasi.